TENTANG NASIONALISME NIH :)

TENTANG NASIONALISME

Apa itu nasionalisme? Dan apa yang di sebut nasionalisme ini  konon pernah tumbuh subur pada masa kolonialisme belanda. Dan sekarang nasionalisme jadi persoalan.

Bagaimana tidak, dahulu kita yang terdiri dari bermacam suku bangsa dijajah oleh bangsa asing yang jelas secara fisik (orangnya bule). Rasa senasib diantara sesama anak bangsa yang merasa teraniaya dan diinjak-injak harga dirinya kontan menimbulkan persatuan diantara mereka. Kini, kita dijajah oleh orang-orang dengan penampilan yang tak sungguh beda, mungkinkah akan terbangun rasa senasib?

Mungkin saja, tapi jika yang ada di dada masing-masing anak bangsa adalah rasa kecewa dan curiga karena sudah terlalu lama terjadi saling curang dalam hidup bersama menikmati kekayaan negeri bersama, yang sama-sama kita sebut negara ini. Sebenarnya Nasionalisme berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa.

Ada beberapa tokoh mengemukakan tentang pengertian Nasionalisme.

1. Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
2. Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
3. Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri.

Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.

Untuk lebih jelas lagi perlu kita perhatikan beberapa definisi nasionalisme berikut ini!

4. Menurut L. Stoddard: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
5. Menurut Dr. Hertz dalam bukunya yang berjudul Nationality in History and Politics mengemukakan empat unsur nasionalisme, yaitu:
1. Hasrat untuk mencapai kesatuan.
2. Hasrat untuk mencapai kemerdekaan.
3. Hasrat untuk mencapai keaslian.
4. Hasrat untuk mencapai kehormatan bangsa.

Dari definisi itu nampak bahwa negara dan bangsa adalah sekelompok manusia yang:

a. memiliki cta-cita bersama yang mengikat warga negara menjadi satu kesatuan;
b. memiliki sejarah hidup bersama sehingga tercipta rasa senasib sepenanggungan;
c. memiliki adat, budaya, dan kebiasaan yang sama sebagai akibat pengalaman hidup bersama;
d. menempati suatu wilayah tertentu yang merupakan kesatuan wilayah; dan
e. teroganisir dalam suatu pemerintahan yang berdaulat sehingga mereka terikat dalam suatu masyarakat hukum.
6. Selanjutnya menurut Louis Sneyder. Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.
Suatu negara kebangsaan akan menjadi kuat bila timbul nafsu untuk mengembangkan negaranya. Nafsu untuk berkuasa itu mendorong negara tersebut memperkuat angkatan perang. Bila telah merasa diri mereka kuat, maka berbagai alasan dicari-cari sehingga bisa timbul penjajahan yang sesungguhnya. Semangat dan nafsu untuk berkuasa atas bangsa lain ini merupakan salah satu sebab adanya kolonialisme dan imperialisme.

Makna Nasionalisme

Makna Nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya.

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.

Jadi Nasionalisme dapat diartikan:

  • Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap seperti ini jelas mencerai-beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme.
  • Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Nasionalisme adalah sesuatu yang sangat sulit untuk digarap. Arief Budiman menyebutkan bahwa Nasionalisme sangat rentan terhadap manipulasi karena sangat mudah dan beralasan jika dijadikan sebagai alat kekuasaan. Nasionalisme yang berlebihan bisa menimbulkan fasisme, sebaliknya nasionalisme yang kurang bisa menimbulkan neoimperialisme, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini.

Pudarnya semangat nasionalisme di kalangan generasi muda pada khususnya dan sebagian besar masyarakat umumnya adalah akibat dari penafsiran istilah nasionalisme yang kacau di kalangan generasi muda khususnya dan masayarakat Indonesia pada umumnya. Hal ini dikarenakan tidak adanya parameter yang jelas tentang apa dan bagaimana nasionalisme yang cocok diterapkan pada masa sekarang ini.
Pada masa Soeharto penafsiran nasionalisme diseragamkan oleh pemerintah. Sebagai konsekuensinya, pada masa itu pemerintah sangat gencar mengkampanyekan apa dan bagaimana seharusnya nasionalisme itu. Jadi pada masa itu ada gambaran yang konkret tentang nasionalisme. Walaupun pada masa itu nasionalisme sering digunakan sebagai alat kekuasaan pemerintah. Setelah gerakan reformasi bergulir bukannya nasionalisme semakin terbangun justru banyak generasi muda yang semakin sulit menemukan apa itu nasionalisme. Pemerintahan reformasi yang semakin “liberal” menuntut rakyat agar lebih kritis termasuk dalam urusan menafsirkan apa itu nasionalisme.

Masyarakat Indonesia yang pada masa Soeharto telah terbiasa menerima nasionalisme sebagai doktrin, merasa “kaget” karena sekarang harus mencari sendiri apa sebenarnya makna nasionalisme dan bagaimana aplikasinya tanpa adanya momentum yang bisa dijadsikan pemicu tumbuhnya nasionalisme. Hal ini bukanlah hal yang mudah. Karena di tengah pencarian masyarakat akan nasionalisme, pemerintah justru menunjukkan sikap yang “tidak nasionalis”. Sikap pemerintah yang sangat permisif terhadap para pemodal asing yang ingin mengeksploitasai sumber daya alam Indonesia, privatisasi beberapa BUMN yang seharusnya menjadi hajat hidup orang banyak serta pencabutan subsidi – subsidi bagi rakyat, apapun alasannya, hal ini semakin membuat sebagian besar masyarakat bingung dan bertanya – tanya “Bagaimana seharusnya nasionalisme itu ?”

Bagaimana Menumbuhkan Nasionalisme?

Adalah sesuatu yang sangat sulit untuk mencari metode bagaimana cara menumbuhkan nasionalisme di tengah era globalisasi seperti sekarang ini. Metode menumbuhkan nasionalisme konvensional melalui pendidikan formal saat ini dirasa kurang efektif. Dinding globalisasi dan neoliberalisasi secara sadar ataupun tidak sadar sudah terlalu kuat untuk ditembus oleh metode pendidikan konvensional. Untuk itu diperlukan metode yang lebih kuat, efektif dan efisien.

About wennyocto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: