TUGAS SOFTSKILL(KWH) Season.2

1. Apa yang seharusnya dilakukan/dimiliki seorang Entrepreneur agar dapat sukses?(ditinjau dari segi perspektif/sudut pandang, bisnis & psikologis)…

Ø  Pertama ditinjau dan dibahas dari segi psikologis, bekerja sebagai seorang entrepreneur tidak hanya berhubungan dengan mendapatkan ide atau mendapatkan pendanaan untuk melaksanakannya. Menjalankan bisnis sendiri membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan. Semua entrepreneur memiliki semangat, ciri khas, gaya, serta dorongan untuk maju. Untuk memudahkan saya memecahnya menjadi 12 karakteristik yang dimiliki oleh semua entrepreneur sukses. Saya membagikan ini agar siapa pun yang ingin menjadi seorang entrepreneur dapat mempelajari dan mengikuti jejak yang ditinggalkan mereka.

1. Percaya Diri

Percaya diri adalah ciri khas seorang entrepreneur. Ini adalah modal pertama yang harus dimiliki. Kita memang tidak dilahirkan dengan tingkat percaya diri yang sama, namun bukan berarti Anda tidak mampu. Brad Sugars mengatakan confident muncul karena tindakan dan pengambilan keputusan yang berani saat mereka dalam keraguan. Justru disaat ragu mereka lebih banyak memutuskan “Yes” daripada “No”.

Mereka yang sering mengalami keraguan harus lebih sering mengambil keputusan kecil dan besar. Dengan demikian keputusan ini akan memupuk rasa percaya diri dan respek dari kawan maupun lawan.

2. Memiliki rasa tanggung-jawab

Mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati. Mereka bertindak dan memberi perhatian penuh terhadap proses. Mereka melihat solusi dari setiap masalah, bukan menyalahkan keadaan atau anak buah betapapun sulit keadaan itu. Dengan mental positif ini sang pengusaha mengajarkan seluruh karyawan untuk belajar bertanggung jawab. Mereka menggerakkan setiap individu agar dapat diandalkan dan membiarkan setiap individu merasakan nikmatnya memenangkan profit, teamwork, dan kesuksesan bisnis.

3. Mampu berkomunikasi

Entrepreneur menyadari bahwa faktor manusia sangat penting bagi kesuksesan bisnis. Bukan hanya karyawan tapi termasuk juga customer, business partner, dan elemen manusia lainnyalah yang membuat bisnis sukses atau hancur berkeping-keping. Maka komunikasi menjadi kunci kesuksesan dalam menciptakan hubungan yang harmonis.

Seorang entrepreneur terus mempelajari cara berkomunikasi efektif, baik secara tulisan maupun lisan.Mereka mau mendengar, berpikiran terbuka, menjaga integritas dengan mengatakan secara jujur apa yang ada didalam pikirannya.

4. Sangat Terbuka untuk Belajar Hal Baru

Ini adalah salah satu karakteristik yang paling saya kagumi. Enterpreneur adalah pembelajar sejati. Mereka sangat terbuka dengan semua hal yang berhubungan dengan ilmu baru. Banyak yang tidak mengecap pendidikan bisnis secara formal, namun mereka penuh semangat mencari informasi, bertanya, riset dan membaca buku. Tidak sedikit entrepreneur yang autodidak, mereka belajar dari kesalahan. Mereka tidak memiliki arogansi, ego dan dibutakan dengan melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang.

5. Team Player

Ini satu hal yang menarik berdasarkan penelitian para pakar bisnis. Entrepreneur adalah pemain tim yang penuh komitmen. Mereka menyadari bahwa sebatang lidi bisa dengan mudah dipatahkan, namun sapu lidi sangat sulit untuk dihancurkan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Mereka juga menciptakan leverage, daya ungkit dari teamwork untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang rumit dan berat.Tidak ada entrepreneur yang sukses tanpa dukungan tim sukses.

6. System-Oriented

Seperti seorang ahli matematika, formula yang benar akan memberikan hasil yang benar. Selama kita masih menggunakan formula yang sama, hasilnya pasti sama. Seorang entrepreneur sangat mengandalkan sistem. Mereka berupaya menyelesaikan masalah dengan sistem sebelum mencari penyelesaian manusia. Mereka percaya bahwa bisnis yang sukses bukan karena mengandalkan manusianya tapi sistemlah yang bekerja.Manusia bisa sakit, cuti, resign. Jika entrepreneur mengandalkan manusia, maka sistem akan berhenti saat manusianya tidak di tempat.

Untuk itu entrepreneur perlu membuat sebuah blueprint dan guidance agar ada alat yang bisa memandu untuk mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten. Nah, saat terjadi sebuah masalah, seorang entrepreneur akan menganalisa sistem yang sudah ada, melakukan desain ulang, implementasi, dan menyempurnakan sistem tersebut.

7. Dedikasi Tinggi

Seorang entrepreneur mendedikasikan dirinya untuk menyelesaikan rencana-rencananya, visinya, dan mimpi-mimpinya yang merupakan tujuan hidupnya.Salah satu alasan mengapa sebuah perusahaan gagal adalah karena bisnis tersebut kehilangan fokus.Contoh yang sangat nyata, Donald Trump sangat fokus dengan property, Anita Roddick sangat fokus dengan kosmetik ramah lingkungan, Warren Buffet sangat fokus dengan investing, Bill Gates sangat fokus dengan Microsoft, Michael Dell sangat fokus dengan Dell Computer,Robert Kyosaki sangat fokus dengan edukasi financial, Anthony Robbins sangat fokus dengan peak performance coach. Tidak menghiraukan masalah dan upaya yang harus dilakukan, seorang pengusaha sangat berdedikasi tinggi dan single-minded atas komitmen terhadap goal mereka.

8. Grateful

Entrepreneur sejati ternyata adalah orang-orang yang penuh rasa syukur. Mereka sadari semakin bersyukur, semakin tangan terbuka semakin terbuka pula pintu-pintu rizki.Karena hanya orang yang menghargai pemberian akan lebih banyak diberi.Mereka bukan hanya bersyukur menerima kebaikan, namun mereka juga bersyukur karena mendapat pembelajaran dari kesalahan. Mereka tidak menganggap remeh apapun, dan inilah yang memberikan mereka ketekunan, daya tahan serta fleksibilitas untuk terus maju.

9. Optimistic

Mereka sangat optimis. Mereka tidak menjadikan kegagalan masa lalu menjadi hambatan untuk maju. Ambil hikmah dari kegagalan dan ciptakan momentum baru. Saat musim kemarau mereka tetap menaruh harapan bahwa musim hujan akan tiba dan saat makmur menghampiri, mereka menambah keyakinan, iman, dan pengharapan bahwa dunia akan menjadi lebih baik.

10) Fun

Semangat tinggi. Sebanyak 80% kegagalan di dunia bisnis disebabkan oleh manusia. Untuk itu entrepreneur sangat menghargai hubungan antar-manusia. Mereka sangat mudah didekati, suka bersosialisasi juga humoris. Semangat mereka menular kepada team, pelanggan, teman, suplier.Meskipun mereka adalah pekerja keras, mereka juga seimbang dalam membagi kesenangan, bersama keluarga. Para psikolog mengakui, entrepreneur yang memiliki keseimbangan antara kerja keras dengan fun adalah orang yang lebih berpotensi memiliki karir dan kesuksesan lebih tinggi lagi.

11. A Leader by Example

Selain self motivated, mereka juga memiliki kemampuan untuk memimpin orang. Mereka memahami pentingnya teamwork, dan mereka memahami bahwa mendukung orang lain untuk sukses dan menjadi pemimpin akan membawa hasil yang lebih memuaskan lagi.Mereka bukan leader yang tidak bisa digantikan sehingga menimbulkan ketergantungan.

12) Not Afraid of Risk or Success

Bukan hanya mengambil kesempatan, namun mereka mengambil resiko. Banyak orang menghambat kesuksesan dengan cara menurunkan mimpi dan takut dengan kemungkinan sukses. Ada pengusaha yang masih memiliki employee mindset bertahan dengan familiarity, zona nyaman, dan berusaha untuk tidak berubah. Entrepreneur bukan orang yang tak kenal rasa takut. Mereka menciptakan prioritas sehingga mengalahkan rasa takut gagal, frustrasi, kebosanan, ketidakpuasan dan takut sukses.

Ø  Dan yang perlu dibahas tentang seorang Entrepreneur dari segi bisnis adalah sbb :

Sebagian besar mata kuliah yang dipelajari dalam bangku perkuliahan kurang memberikan kontribusi dalam peningkatan kemampuan mengelola bisnis. Sebagian hanya berguna sebagai kajian teoretis atau hanya trik bisnis yang kurang bermanfaat.

Setelah Anda memperoleh apa yang dibutuhkan, Anda seharusnya mampu untuk menjalankan roda bisnis dan mencapai sukses. Namun, Anda tidak seharusnya belajar di sana. Ada begitu banyak bidang pengetahuan yang berguna, yang dapat digunakan saat dibutuhkan atau memberikan sudut pandang baru bagi Anda dalam menghadapi tantangan yang ada.

Inilah beberapa aspek yang harus Anda berikan perhatian lebih intens saat peluang muncul.

  1. Strategi
  2. Akuntansi/ Perpajakan
  3. Modal Usaha
  4. Penawaran Umum Awal
  5. Jaringan
  6. Personalia dan Kompensasi
  7. Negosiasi
  8. Pemecahan Konflik
  9. Pengembangan Produk
  10. Penyusunan suatu Budaya atau Tim
  11. Pembangunan Visi Perusahaan
  12. Pembinaan
  13. Perubahan
  14. Kreativitas
  15. Pengelolaan Pertumbuhan
  16. Teknologi
  17. Manajemen Krisis

Kesimpulan : Sebuah pendekatan yang bagus ialah dengan menemukan kelompok pendukung yang bisa Anda jadikan sandaran saat masalah mendera usaha Anda. Kelompok ini idealnya dapat memberikan ruang bagi Anda untuk berbagi dan menimba pengalaman atau mempererat hubungan bisnis. Di sini, Anda seharusnya bisa menjadi seorang siswa yang tidak kenal lelah untuk terus belajar. Terus menerus belajar merupakan sebuah kebutuhan untuk dapat mengantisipasi dunis bisnis yang juga tak henti-hentinya bergerak dinamis.

Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan.

2. Apakah seorang Entrepreneur adalah seorang manajer, atau seorang pemimpin?

Seorang entepreneur biasanya adalah orang yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat (dan seringkali sungkan bekerja di bawah kendali orang lain). Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, memiliki hasrat kuat untuk mencapai hasil dan memiliki pandangan yang jauh ke depan serta penuh dengan inovasi. Sedangkan seorang pemimpin disamping memiliki kharakteristik tersebut mereka juga dituntut untuk memiliki kemampuan tinggi untuk memotivasi orang untuk mencapai tujuan.

Pemimpin menurut Collins, 1995 dalam Perrens, 2004 adalah orang yang memberi perintah, mengatur, membimbing dan memberikan inspirasi bagi yang lain. Pemimpin tidak selalu sama dengan pimpinan. Pimpinan adalah orang yang ditunjuk secara formal untuk bertanggungjawab atas suatu tugas dan membawahi orang lain dalam pelaksanaan tugas tersebut. Sedang pemimpin adalah orang yang mampu memberikan arah dan membuat keputusan. Tidak setiap pimpinan adalah seorang pemimpin, dan untuk menjadi seorang pemimpin seseorang tidak harus menjadi pimpinan terlebih dahulu. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Tanadi Santoso, bahwa kharakteristik seorang pemimpin adalah orang yang bisa memimpin diri sendiri (managing oneself), memimpin orang lain (managing people) dan mengendalikan hasil (managing result).

Jadi, seorang pemimpin tidak sama dengan seorang manajer (pengelola), karena antara keduanya adalah bukan kegiatan yang identik, ada unsur yang berbeda.

About wennyocto


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: